Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis akibat gangguan sekresi atau kerja insulin dengan prevalensi global yang terus meningkat. Pengobatan konvensional seperti metformin memiliki keterbatasan akibat efek samping penggunaan jangka panjang, sehingga mendorong eksplorasi kandidat antidiabetes berbasis bahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan senyawa bioaktif Ocimum basilicum yang memenuhi standar toksisitas dan farmakokinetik, mengidentifikasi interaksi yang terjadi, serta menentukan senyawa dengan afinitas paling kuat terhadap reseptor Glycogen Synthase Kinase-3 Beta (GSK-3β) secara in silico. Metode yang digunakan meliputi skrining toksisitas dan farmakokinetik (ADME) melalui pkCSM, uji Lipinski's Rule of Five melalui SwissADME, serta molecular docking menggunakan AutoDock Tools dan PyRx terhadap reseptor GSK-3β (PDB ID: 4PTE) dengan validasi menghasilkan RMSD 1,59 Å. Dari 30 senyawa yang diuji, 13 senyawa memenuhi seluruh parameter toksisitas, farmakokinetik, dan Lipinski's Rule of Five. Hasil molecular docking menunjukkan bahwa Salvigenin memiliki nilai binding affinity terbaik sebesar -7,57 kkal/mol dengan Ki 2,82 µM, melampaui metformin (-4,13 kkal/mol) dan mendekati ligan alami (-7,51 kkal/mol). Visualisasi interaksi menunjukkan Salvigenin membentuk ikatan hidrogen dengan residu VAL 135 yang juga terbentuk pada ligan alami dan metformin, serta interaksi hidrofobik pada beberapa residu yang serupa dengan ligan alami. Salvigenin diprediksi memiliki potensi paling baik sebagai kandidat antidiabetes dari Ocimum basilicum yang bekerja melalui mekanisme penghambatan reseptor GSK-3β.
Copyrights © 2026