Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai oleh gangguan regulasi glukosa darah dan menjadi salah satu masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat setiap tahunnya. Kurkumin, senyawa aktif utama dari Curcuma longa, diketahui memiliki berbagai aktivitas farmakologis termasuk efek antidiabetes, antiinflamasi, dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi target potensial dan mekanisme kerja kurkumin terhadap diabetes mellitus menggunakan pendekatan network pharmacology dan molecular docking. Target kurkumin diperoleh dari database SwissTargetPrediction dan TargetNet, sedangkan target diabetes mellitus diperoleh dari GeneCards dan OMIM. Analisis irisan target dilakukan menggunakan diagram Venn, diikuti dengan analisis protein-protein interaction (PPI), identifikasi hub gene, serta analisis pengayaan Gene Ontology (GO) dan Kyoto Encyclopedia of Genes and Genomes (KEGG) menggunakan Enrichr. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 6 target irisan, yaitu IL6, PPARG, PTPN1, PLIN1, HNF4A, dan PTPN22. Analisis PPI mengidentifikasi IL6, PPARG, dan PTPN1 sebagai gen yang berperan penting dalam jaringan. Analisis GO dan KEGG menunjukkan bahwa target-target tersebut terlibat dalam homeostasis glukosa, metabolisme lipid, respons inflamasi, PPAR signaling pathway, dan insulin resistance pathway. Analisis molecular docking menunjukkan bahwa kurkumin memiliki afinitas terhadap PPARG dan PTPN1 dengan energi ikatan masing-masing sebesar -9,359 kkal/mol dan -6,831 kkal/mol. Hasil penelitian meunjukkan bahwa kurkumin berpotensi sebagai agen antidiabetes melalui modulasi metabolisme glukosa, metabolisme lipid, dan sensitivitas insulin yang dimediasi oleh PPARG dan PTPN1. Temuan ini memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan kurkumin sebagai kandidat senyawa alami dalam terapi diabetes mellitus di masa mendatang.
Copyrights © 2026