Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan fiskal Islam dalam pengelolaan zakat pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Sibolga sebagai upaya pengentasan kemiskinan dan pemerataan ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk mendalami fenomena secara komprehensif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan zakat di BAZNAS Kota Sibolga telah mengadopsi prinsip-prinsip kebijakan fiskal Islam yang menekankan pada nilai keadilan, pemerataan, dan kesejahteraan sosial. Zakat terbukti berperan strategis sebagai instrumen distribusi pendapatan untuk membantu kelompok mustahik melalui berbagai program bantuan sosial dan ekonomi. Meskipun demikian, penelitian ini menemukan beberapa tantangan krusial: pertama, penghimpunan zakat masih sangat didominasi oleh kalangan aparatur sipil negara, sehingga potensi zakat dari masyarakat umum serta pelaku usaha belum tergali secara optimal. Kedua, pola pendistribusian zakat masih cenderung bersifat konsumtif dibandingkan produktif, yang mengakibatkan dampak pemberdayaan ekonomi bagi mustahik belum mencapai target maksimal. Selain itu, aspek transparansi dan akuntabilitas telah dijalankan melalui sistem pelaporan lembaga, namun intensitas publikasi informasi kepada masyarakat luas masih perlu ditingkatkan guna membangun kepercayaan publik. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis berupa optimalisasi strategi penghimpunan dan peralihan pendistribusian zakat berbasis pemberdayaan yang lebih terarah. Hal ini penting agar zakat dapat berfungsi secara efektif sebagai instrumen fiskal Islam yang memberikan manfaat luas dan berkelanjutan bagi pembangunan ekonomi umat di Kota Sibolga.
Copyrights © 2026