Masa neonatal merupakan periode kritis dimana bayi baru lahir rentan mengalami hipotermia akibat ketidaksempurnaan sistem termoregulasi yang belum berkembang secara optimal. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) melalui kontak kulit ke kulit (skin-to-skin contact) merupakan intervensi yang direkomendasikan secara luas untuk mempertahankan stabilitas suhu badan neonatus pascapersalinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pelaksanaan IMD terhadap stabilitas suhu badan neonatus di PMB Yulia Tri Jayanti Turen. Desain penelitian yang digunakan adalah case-control dengan jumlah sampel sebanyak 20 neonatus yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui metode wawancara, observasi langsung, dan telaah dokumen rekam medis pasien. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pelaksanaan IMD, sedangkan variabel terikat adalah stabilitas suhu badan neonatus. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan derajat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 15 neonatus (75%) mendapatkan IMD dan 17 neonatus (85%) memiliki suhu tubuh dalam batas normal. Hasil uji Chi-Square memperoleh nilai X² hitung sebesar 10,588 lebih besar dari X² tabel sebesar 3,8415, dengan p-value sebesar 0,009 (p < 0,05), sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara pelaksanaan IMD dengan stabilitas suhu badan neonatus di PMB Yulia Tri Jayanti Turen. IMD terbukti efektif sebagai intervensi termoregulasi alami yang sederhana, aman, dan murah dalam mencegah hipotermia neonatal sejak menit pertama kehidupan bayi.
Copyrights © 2026