Perkembangan industri wewangian (parfum) lokal di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan yang sangat pesat namun diiringi dengan tingkat persaingan yang sangat ketat. Fenomena ini menuntut merek lokal seperti Mykonos untuk merumuskan strategi pemasaran yang adaptif guna mempertahankan basis pelanggan dan membangun loyalitas jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual bagaimana pendekatan experiential marketing dan elemen estetika produk diintegrasikan untuk meningkatkan komitmen pembelian ulang (repurchase commitment) pada konsumen.Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kulitatif melalui metode kajian literatur. Data sekunder dihimpun dari berbagai database ilmiah nasional maupun internasional bereputasi dalam rentang waktu 2019-2025, yang kemudian dianalisis secara mendalam menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi strategi komunikasi pemasaran yang berfokus pada penguatan experiential marketing (khususnya sense marketing dan act marketing) serta kualitas estetika visual produk secara signifikan mampu menyentuh afeksi emosional konsumen. Pengalaman sensorik dan daya tarik visual yang unggul ini berhasil meningkatkan persepsi kualitas sekaligus membangun kepuasan pelanggan (customer satisfaction). Lebih lanjut, customer atisfaction terbukti memiliki kontribusi paling kuat dan berperan penting sebagai variabel penghubung (mediator) utama yang memperkuat pengaruh kedua strategi tersebut dalam mengunci komitmen pembelian ulang secara berkelanjutan. Kombinasi strategi ini berpotensi besar menjadi keunggulan kompetitif bagi manajemen Mykonos di masa depan.
Copyrights © 2026