Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan industri pengolahan Indonesia selama periode 2020–2026 serta mengevaluasi kontribusi implementasi Making Indonesia 4.0 dan kebijakan hilirisasi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Perindustrian, Bank Indonesia, World Bank, serta berbagai publikasi ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan melalui pengamatan tren pertumbuhan industri pengolahan, kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), perkembangan investasi industri, implementasi transformasi digital, serta dampak kebijakan hilirisasi terhadap peningkatan nilai tambah komoditas nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri pengolahan tetap menjadi penyumbang terbesar terhadap PDB nasional dengan kontribusi rata-rata lebih dari 18 persen. Implementasi Making Indonesia 4.0 mendorong peningkatan efisiensi produksi melalui pemanfaatan Internet of Things (IoT), big data analytics, cloud computing, dan otomatisasi manufaktur. Di sisi lain, kebijakan hilirisasi berhasil meningkatkan investasi sektor logam dasar, memperkuat rantai pasok industri nasional, serta menciptakan peluang pengembangan industri baterai kendaraan listrik. Meskipun demikian, transformasi industri masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan kompetensi sumber daya manusia digital, kesenjangan adopsi teknologi antara perusahaan besar dan kecil, serta ketergantungan impor pada beberapa subsektor industri. Penelitian ini memberikan kontribusi melalui analisis integratif mengenai hubungan transformasi digital dan hilirisasi sebagai strategi pembangunan industri berkelanjutan di Indonesia.
Copyrights © 2026