Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) merupakan pilar strategis bagi Badan Usaha Milik Negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif melalui pemberdayaan masyarakat. Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari alokasi dana, melainkan dari aspek relasional dan eksekusi di lapangan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji secara holistik pengaruh jejaring kerja, komitmen volunteer, dan kelancaran operasional terhadap kinerja Program TJSL PT PLN (Persero) UPT Gresik pada inisiatif pemberdayaan UMKM Koperasi Kriya Giri Sejahtera di Desa Domas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan desain survei untuk mengevaluasi hubungan kausalitas. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 42 responden yang ditarik menggunakan teknik sensus partisipan aktif. Untuk menghindari bias metode umum (Common Method Bias), proses pengumpulan data secara ketat menerapkan desain kuesioner berjenjang (targeted questionnaire). Analisis data inferensial dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian membuktikan bahwa seluruh hipotesis diterima dengan baik. Secara spesifik, jejaring kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja program (koefisien = 0,412; p-value = 0,000). Selanjutnya, komitmen volunteer juga terbukti berdampak positif dan signifikan (koefisien = 0,305; p-value = 0,002), diikuti oleh kelancaran operasional (koefisien = 0,209; p-value = 0,044). Ketiga variabel tersebut secara parsial dan simultan menjadi determinan penting keberhasilan program. Temuan ini menegaskan bahwa kinerja program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan sangat membutuhkan integrasi kolaborasi strategis antar pemangku kepentingan yang transparan, dedikasi relawan pendamping yang konsisten, serta manajemen rantai pasok operasional yang presisi. Penelitian ini berkontribusi memberikan landasan empiris bagi optimalisasi program CSR berbasis kemitraan ke depannya.
Copyrights © 2026