Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh suku bunga, growth uang beredar, dan growth kredit perbankan terhadap growth inklusi keuangan syariah di Indonesia periode 2010–2024. Inklusi keuangan syariah merupakan indikator penting dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah. Penelitian menggunakan data sekunder berupa data time series tahunan yang diperoleh dari Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Badan Pusat Statistik. Metode yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Pengujian hipotesis dilakukan melalui uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial suku bunga tidak berpengaruh signifikan terhadap growth inklusi keuangan syariah dengan nilai signifikansi 0,842 > 0,05 dan t hitung -0,204 < 2,201. Growth uang beredar juga tidak berpengaruh signifikan dengan nilai signifikansi 0,223 > 0,05 dan t hitung 1,291 < 2,201. Demikian pula growth kredit perbankan tidak berpengaruh signifikan dengan nilai signifikansi 0,919 > 0,05 dan t hitung 0,104 < 2,201. Secara simultan, suku bunga, growth uang beredar, dan growth kredit perbankan tidak berpengaruh signifikan terhadap growth inklusi keuangan syariah di Indonesia, ditunjukkan oleh nilai F hitung 1,025 < F tabel 3,59 dan signifikansi 0,419 > 0,05. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,218 menunjukkan bahwa 21,8% variasi growth inklusi keuangan syariah dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan 78,2% sisanya dijelaskan oleh variabel lain di luar model penelitian.
Copyrights © 2026