Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara manusia berkomunikasi, termasuk pola interaksi antara idola K-Pop dan penggemarnya. Penelitian ini mengkaji komunikasi interpersonal yang dimediasi komputer (Computer-Mediated Communication/CMC) antara member grup Treasure dan komunitas penggemarnya, Treasure Maker, pada platform Weverse. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik CMC yang terbentuk di Weverse, menganalisis dimensi self-disclosure dalam interaksi idol-fans, serta mengkaji pengaruh interaksi dua arah terhadap kualitas hubungan interpersonal di ruang digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode netnografi, di mana data dikumpulkan melalui observasi sistematis pada platform Weverse dan wawancara mendalam kepada tiga informan yang merupakan Treasure Maker aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Weverse memfasilitasi komunikasi dua arah yang kaya melalui fitur-fitur seperti feed postingan, siaran langsung, secret post, dan terjemahan otomatis yang mendukung interaksi lintas bahasa dan budaya. Self-disclosure yang dilakukan oleh member Treasure, berupa berbagi rutinitas harian, ungkapan perasaan, serta keterbukaan emosional, mendorong pengungkapan diri yang serupa dari pihak penggemar dan menciptakan ikatan emosional yang bermakna. Interaksi dua arah di Weverse terbukti mampu mentransformasi hubungan parasosial yang bersifat satu arah menjadi hubungan interpersonal yang resiprokal, di mana penggemar merasa dikenal dan diakui eksistensinya secara nyata oleh idola. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman dinamika CMC dalam konteks fandom K-Pop global dan peran platform fandom khusus dalam membentuk ulang relasi idol-penggemar di era digital.
Copyrights © 2026