Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh motivasi kerja, disiplin kerja, dan servant leadership terhadap kinerja pegawai Generasi Z pada industri manufaktur di Kabupaten Gresik. Generasi Z merupakan tenaga kerja yang adaptif terhadap teknologi, berorientasi pada pengembangan diri, serta mengharapkan lingkungan kerja yang suportif dan kolaboratif sehingga pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kinerja mereka penting bagi perusahaan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Populasi penelitian adalah pegawai Generasi Z pada berbagai perusahaan manufaktur di Kabupaten Gresik. Sampel ditentukan menggunakan purposive sampling dengan 153 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis korelasi, regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja, disiplin kerja, dan servant leadership memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Generasi Z. Disiplin kerja memiliki hubungan paling kuat dengan koefisien korelasi 0,976, diikuti motivasi kerja sebesar 0,971 dan servant leadership sebesar 0,912. Hasil uji t menunjukkan bahwa ketiga variabel berpengaruh positif dan signifikan secara parsial, sedangkan uji F menunjukkan pengaruh simultan yang signifikan dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05). Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pegawai Generasi Z menghargai pengakuan atas prestasi, kesempatan pengembangan kompetensi, serta lingkungan kerja yang aman dan mendukung. Selain itu, servant leadership menjadi faktor dominan karena Generasi Z menyukai pemimpin yang komunikatif, terbuka, suportif, dan mampu membangun hubungan kerja kolaboratif.
Copyrights © 2026