Perilaku hedonis pada mahasiswa akuntansi menjadi fenomena yang semakin relevan di era digital, khususnya di tengah pertumbuhan ekonomi Kota Cirebon yang stabil dan meningkatnya penetrasi teknologi finansial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran akuntansi keuangan, penggunaan e-wallet, dan flexing terhadap perilaku hedonis mahasiswa akuntansi di Kota Cirebon yang dilandasi Theory of Planned Behavior (TPB). Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan pendekatan regresi linear berganda. Populasi penelitian berjumlah 1.622 mahasiswa akuntansi dari berbagai perguruan tinggi di Kota Cirebon, dengan sampel sebanyak 100 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik proporsional random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berskala Likert 1–5. Uji instrumen menunjukkan bahwa seluruh variabel valid dan reliabel. Hasil uji asumsi klasik membuktikan bahwa model regresi terbebas dari masalah normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran akuntansi keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku hedonis (sig. 0,120 > 0,10), meskipun memiliki koefisien negatif yang mengindikasikan arah hubungan yang berlawanan. Sebaliknya, penggunaan e-wallet berpengaruh positif dan signifikan (sig. 0,004 < 0,10), begitu pula flexing yang berpengaruh sangat signifikan (sig. 0,000 < 0,10). Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap perilaku hedonis dengan nilai Adjusted R² sebesar 0,514 atau 51,4%. Kesimpulannya, perilaku hedonis mahasiswa lebih dominan dipengaruhi oleh faktor sosial dan teknologi digital daripada faktor akademik, sehingga diperlukan strategi penguatan pengendalian diri dan literasi keuangan.
Copyrights © 2026