Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kualitas udara di Kawasan Industri Medan (KIM) dan Kawasan Industri Belawan menggunakan data real-time yang diperoleh dari platform IQAir. Pertumbuhan aktivitas industri yang semakin meningkat di kedua kawasan tersebut berpotensi menyebabkan peningkatan emisi polutan udara, khususnya partikel halus PM2.5, yang dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan kajian yang dapat menggambarkan kondisi kualitas udara secara aktual sebagai dasar evaluasi pengelolaan lingkungan di kawasan industri. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dan komparatif. Data penelitian diperoleh melalui observasi digital pada platform IQAir selama tujuh hari berturut-turut dengan dua waktu pengamatan setiap hari, yaitu pada pagi dan malam hari. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa nilai rata-rata, maksimum, dan minimum untuk mengetahui karakteristik tingkat pencemaran udara di masing-masing lokasi. Selain itu, dilakukan uji Independent Sample T-Test untuk menguji signifikansi perbedaan kualitas udara antara Kawasan Industri Medan dan Kawasan Industri Belawan. Hasil penelitian diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi kualitas udara di kedua kawasan industri, mengidentifikasi wilayah dengan tingkat pencemaran yang lebih tinggi, serta menunjukkan adanya perbedaan kualitas udara yang signifikan atau tidak signifikan berdasarkan data yang diperoleh. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah, pengelola kawasan industri, dan pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan kebijakan pengendalian pencemaran udara berbasis teknologi Internet of Things (IoT). Penelitian ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kualitas udara demi kesehatan dan keberlanjutan lingkungan.
Copyrights © 2026