Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), Penanaman Modal Asing (PMA), dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Jambi selama periode 2004–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder time series yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Analisis dilakukan menggunakan metode regresi linier berganda dengan pendekatan Ordinary Least Squares (OLS) yang didukung uji asumsi klasik, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan penjelasan yang tinggi dengan nilai Adjusted R² sebesar 0,921, sehingga 92,1% variasi TPT dapat dijelaskan oleh variabel independen. Secara parsial, pertumbuhan ekonomi dan TPAK berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap TPT. Sebaliknya, PMA berpengaruh positif dan signifikan terhadap TPT, yang mengindikasikan bahwa investasi asing di Provinsi Jambi masih didominasi sektor padat modal sehingga belum mampu menciptakan kesempatan kerja secara optimal. Di sisi lain, PMDN berpengaruh negatif dan signifikan terhadap TPT, menunjukkan bahwa investasi domestik lebih efektif dalam menyerap tenaga kerja melalui pengembangan sektor riil berbasis sumber daya lokal. Temuan ini mengindikasikan bahwa penurunan pengangguran tidak hanya bergantung pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dipengaruhi oleh kualitas pertumbuhan dan struktur investasi. Oleh karena itu, kebijakan pembangunan daerah perlu diarahkan pada penguatan investasi domestik, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan sektor padat karya, serta pengelolaan investasi asing yang lebih berorientasi pada penciptaan lapangan kerja agar penurunan pengangguran dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026