Keberadaan kawasan bersejarah di tengah perkembangan kota modern menjadi tantangan dalam menjaga identitas arsitektur sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat kontemporer. Kota Tua Jakarta merupakan kawasan cagar budaya yang memiliki nilai sejarah, arsitektur, dan sosial yang tinggi sebagai peninggalan masa kolonial Belanda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakter arsitektur kawasan Kota Tua Jakarta melalui aspek fungsi, tata ruang, bentuk bangunan, pengalaman pengguna, serta keterkaitannya dengan teori arsitektur. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasi lapangan dan studi literatur. Analisis dilakukan terhadap identitas kawasan, hubungan dengan lingkungan perkotaan, pola ruang, aktivitas pengguna, ekspresi arsitektur, serta pengalaman ruang yang dirasakan pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Tua Jakarta memiliki identitas kawasan yang kuat melalui keberadaan bangunan kolonial, struktur ruang yang terorganisir, serta fungsi adaptif yang mampu mengakomodasi aktivitas wisata, edukasi, budaya, dan ekonomi. Kawasan ini juga menunjukkan keterkaitan yang kuat dengan konsep Image of the City, Genius Loci, dan Space Syntax yang membentuk citra, makna, dan pola perilaku ruang pengguna. Meskipun demikian, masih ditemukan permasalahan berupa kepadatan pengunjung, keterbatasan aksesibilitas bagi difabel, dan penataan ruang komersial yang belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan upaya konservasi, peningkatan aksesibilitas, dan pengelolaan ruang yang lebih terintegrasi untuk menjaga keberlanjutan kawasan sebagai ruang publik yang edukatif, inklusif, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026