Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak penguatan Dolar Amerika Serikat terhadap pelemahan nilai tukar Rupiah serta implikasinya terhadap stabilitas perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder yang bersumber dari Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, International Monetary Fund, World Bank, dan Kementerian Keuangan selama periode 2021–2025. Analisis dilakukan terhadap perkembangan kurs Rupiah, tingkat inflasi, beban utang luar negeri, neraca perdagangan, cadangan devisa, dan pertumbuhan ekonomi melalui perhitungan pertumbuhan, statistik deskriptif, korelasi Pearson, serta simulasi perubahan nilai kewajiban berdenominasi Dolar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rupiah mengalami depresiasi kumulatif sebesar 13,57%, dari Rp14.308 per Dolar AS pada 2021 menjadi Rp16.250 pada 2025. Hubungan antara kurs dan inflasi menunjukkan korelasi positif sedang sebesar 0,56, yang mengindikasikan adanya tekanan imported inflation. Simulasi utang luar negeri menunjukkan tambahan beban sebesar Rp194,2 triliun untuk setiap kewajiban senilai USD100 miliar akibat perubahan kurs selama periode penelitian. Meskipun tekanan eksternal meningkat, stabilitas ekonomi Indonesia relatif terjaga melalui surplus neraca perdagangan, pertumbuhan ekonomi sekitar 5%, cadangan devisa yang memadai, serta kebijakan moneter dan fiskal yang berhati-hati. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan fundamental ekonomi domestik, diversifikasi ekspor, pengurangan ketergantungan impor, pengelolaan utang yang prudent, serta penerapan manajemen risiko nilai tukar untuk memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia.
Copyrights © 2026