Sesuai Peraturan Walikota Surabaya Nomor 88 Tahun 2021, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Surabaya mengemban tugas strategis menyusun dokumen perencanaan pembangunan dan menyediakan informasi kebijakan. Namun, data spasial sektoral penting seperti persebaran fasilitas pendidikan, pengelolaan persampahan, dan infrastruktur perhubungan masih tersebar dan dikelola terpisah oleh Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Perhubungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan arsitektur front-end dan visualisasi data spasial berbasis Web-based Geographic Information System (WebGIS) menggunakan Leaflet.js pada platform terpadu bernama SIDAPETA (Sistem Informasi Data Peta) Surabaya. Platform ini dikembangkan secara kolaboratif menggunakan Laravel di sisi backend, serta Leaflet.js, Turf.js, dan ApexCharts di sisi frontend. Sistem ini mengintegrasikan 26 layer data spasial yang dikelompokkan ke dalam 7 kategori, yaitu Batas Wilayah, Infrastruktur Perkotaan, Pendidikan, Persampahan & Lingkungan, Fasilitas Umum, Demografi Kependudukan, serta Pompa & Saluran Air, dan diakses secara on-demand (lazy-loading). Untuk mengatasi isu performa pada browser, diterapkan sistem caching frontend (geoJsonStore) yang berhasil memangkas waktu muat ulang memori hingga 95,38%. Platform ini juga mengintegrasikan komputasi spasial tingkat lanjut di sisi klien (client-side) berbasis Turf.js, meliputi cartographic masking, choropleth map, heatmap kelurahan, dan algoritma K-Means Clustering untuk rekomendasi lokasi fasilitas publik baru dengan penempelan (snapping) ke jaringan jalan. Pengujian unit, lintas peramban (Chrome, Firefox, Edge, Safari), dan User Acceptance Testing (UAT) bersama Bappeda Kota Surabaya menunjukkan status lulus (PASS). WebGIS SIDAPETA telah dideploy ke server produksi Bappeda sebagai instrumen pendukung keputusan perencanaan pembangunan kota berbasis data spasial yang transparan, interaktif.
Copyrights © 2026