Pemilihan jenis unit pelindung pantai (armor unit) merupakan elemen penting dalam perancangan breakwater, terutama pada proyek reklamasi di kawasan pesisir dengan tingkat energi gelombang yang tinggi seperti wilayah utara Pulau Jawa. Studi ini membahas perbandingan biaya antara A-Jack dan Tetrapod sebagai kandidat armor unit melalui analisis menyeluruh terhadap biaya fabrikasi, pengendalian mutu, pengangkutan, dan tahapan pemasangan di lapangan. Pendekatan analisis dilakukan dengan menggunakan data teknis dari Work Method Statement (WMS), spesifikasi mutu beton, karakteristik geometri masing-masing unit, serta parameter operasional alat berat yang terlibat dalam proses konstruksi. Perhitungan biaya mencakup kebutuhan beton, efisiensi bekisting, tingkat kerumitan produksi, waktu curing, produktivitas pemasangan, serta kemungkinan kerusakan unit selama proses mobilisasi. Analisis juga mempertimbangkan kebutuhan tenaga kerja, penggunaan peralatan, dan potensi kehilangan material yang dapat memengaruhi total biaya pelaksanaan proyek. Hasil kajian menunjukkan bahwa perbedaan bentuk dan mekanisme interlocking memberikan dampak nyata terhadap biaya produksi maupun pelaksanaan di lapangan. Selain itu, faktor ketahanan terhadap gelombang, risiko abrasi, stabilitas struktur, dan kebutuhan pemeliharaan turut dianalisis untuk menilai efisiensi biaya sepanjang umur layanan. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan komponen biaya langsung dan tidak langsung sehingga diperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kinerja ekonomi kedua alternatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemilihan armor unit tidak hanya ditentukan oleh biaya awal, tetapi juga oleh aspek konstruktabilitas, keandalan struktur, dan biaya siklus hidup. Penelitian ini memberikan landasan teknis yang dapat digunakan oleh perencana, kontraktor, dan pemilik proyek dalam menentukan jenis armor unit yang paling ekonomis dan sesuai untuk proyek reklamasi di pesisir utara Jawa secara efektif, efisien, berkelanjutan, dan adaptif.
Copyrights © 2026