Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan perusahaan, struktur aset, dan free cash flow terhadap kebijakan utang pada perusahaan sektor healthcare yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan dan annual report perusahaan. Populasi penelitian mencakup 38 perusahaan sektor healthcare, sedangkan sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling dan menghasilkan 11 perusahaan dengan total 55 observasi perusahaan-tahun. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan Random Effect Model melalui perangkat lunak EViews 12. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pertumbuhan perusahaan, struktur aset, dan free cash flow secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kebijakan utang, dengan nilai F-statistic sebesar 14,0774 dan probabilitas 0,000001. Secara parsial, pertumbuhan perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebijakan utang dengan probabilitas 0,0001. Struktur aset tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan utang dengan probabilitas 0,0533, sedangkan free cash flow berpengaruh positif dan signifikan dengan probabilitas 0,0144. Nilai Adjusted R-squared sebesar 0,420801 menunjukkan bahwa 42,08% variasi kebijakan utang dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen, sementara 57,92% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model, seperti profitabilitas, risiko bisnis, ukuran perusahaan, dan kebijakan dividen. Temuan ini menunjukkan bahwa keputusan pendanaan perusahaan healthcare lebih dipengaruhi oleh kebutuhan ekspansi dan ketersediaan arus kas dibandingkan komposisi aset tetap.
Copyrights © 2026