Perubahan organisasi pada era disrupsi digital menuntut kesiapan kognitif, emosional, dan perilaku karyawan agar transformasi dapat diterapkan secara efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan menyintesis pengaruh gaya kepemimpinan perubahan dan komitmen organisasi terhadap kesiapan berubah karyawan melalui tinjauan literatur sistematis komparatif. Kajian dilakukan terhadap dua puluh penelitian terdahulu yang berkaitan dengan kepemimpinan transformasional, transaksional, dan autentik, komitmen afektif, normatif, dan kontinuans, serta readiness for change. Analisis dilaksanakan melalui ekstraksi data, pemetaan tematik, dan sintesis naratif komparatif untuk mengidentifikasi pola konvergensi, perbedaan temuan, serta hubungan antarkonstruk. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan perubahan berfungsi sebagai stimulus eksternal yang menjelaskan urgensi, membangun visi, menyediakan dukungan, dan meningkatkan keyakinan karyawan terhadap kemampuan organisasi menjalankan perubahan. Komitmen organisasi, khususnya komitmen afektif, berperan sebagai jangkar internal yang memperkuat keterikatan, kemauan berpartisipasi, dan ketekunan selama proses transisi. Integrasi kedua faktor tersebut secara konsisten berkaitan dengan penurunan resistensi, peningkatan efikasi perubahan, dan penguatan perilaku adaptif. Efektivitas kepemimpinan juga dipengaruhi oleh komunikasi transparan, keadilan organisasi, budaya pembelajaran, kompetensi digital, kepercayaan, dan dukungan organisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesiapan berubah tidak terbentuk melalui arahan pemimpin atau loyalitas karyawan secara terpisah, melainkan melalui keselarasan kepemimpinan adaptif, komitmen yang kuat, kapasitas individu, serta lingkungan organisasi yang mendukung. Temuan ini memberikan dasar konseptual bagi organisasi dalam merancang strategi perubahan yang lebih partisipatif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026