Dalam kurikulum pendidikan abad ke-21, berpikir kritis dianggap sebagai keterampilan yang harus dimiliki oleh setiap siswa untuk menghadapi tantangan global yang kompleks, namun siswa kelas V di SDN 94 Pekanbaru masih menunjukkan bahwa ada beberapa siswa yang masih menghadapi kendala kemampuan berpikir kritis, yang didasarkan pada saat proses belajar mengajar siswa kurang mampu dalam menganalisis, mensistensis, memecahkan memecahkan masalah, menyimpulkan serta mengevaluasi. Hal tersebut disebabkan oleh metode konvensional serta tidak adanya media yang digunakan guru dalam pembelajaran khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi Majas. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh media video animasi berbasis pendekatan deep learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada matapelajaran Bahasa Indonesia kelas V SDN 94 Pekanbaru. Penelitian menggunakan metode kuantitatif One-Grup Pretest-pottest. Sampel penelitian terdiri dari 31 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media video animasi berbasis pendekatan deep learning berpengaruhr signifikan. Hal tersebut ditinjau dari hasil rata-rata nilai pretest dan posttest siswa, rata-rata pretest yaitu 74,55 dan rata-rata posttest yaitu 89,52, jadi dapat disimpulkan bahwa siswa yang diberikan tindaktan media video animasi berbasis pendekatan deep learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Kemudia hasil perhitungan data hipotesis kemampuan berpikir kritis yaitu sig.(2-tailed)=0,000 < 0,05, ho di tolak dan Ha diterima, yang hasilnya terdapat pengaruh yang signifikan media video animasi berbasis pendekatan deep learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa matapelajaran Bahasa Indonesia Kelan V SDN 94 Pekanbaru.
Copyrights © 2026