Pemahaman mengenai kepribadian siswa merupakan salah satu aspek penting dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda dalam berinteraksi, belajar, mengambil keputusan, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan. Oleh karena itu, asesmen kepribadian diperlukan untuk membantu guru bimbingan dan konseling memahami kebutuhan siswa secara lebih komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tipe kepribadian siswa menggunakan instrumen Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) serta memberikan rekomendasi layanan bimbingan dan konseling berdasarkan hasil asesmen. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan subjek sebanyak 33 siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner MBTI yang terdiri atas 20 item dan disebarkan melalui Google Form. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif berupa frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 12 tipe kepribadian yang muncul pada responden. Tipe kepribadian yang paling dominan adalah ESFJ sebanyak 6 siswa (18,18%), diikuti ESFP sebanyak 5 siswa (15,15%) dan ESTJ sebanyak 4 siswa (12,12%). Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki kecenderungan untuk aktif berinteraksi dengan lingkungan sosial, menyukai kerja sama, serta lebih mudah memahami informasi yang bersifat konkret dan praktis. Hasil asesmen dapat dimanfaatkan sebagai dasar dalam penyusunan layanan bimbingan pribadi sosial, bimbingan belajar, dan bimbingan karier yang lebih sesuai dengan karakteristik siswa serta mendukung pengembangan potensi diri secara optimal.
Copyrights © 2026