Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), dan Non-Performing Loan (NPL) terhadap Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) pada PT BPR Abrin Centra Artha periode 2019–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan bulanan yang telah diaudit dan dipublikasikan. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan penentuan sampel menggunakan purposive sampling berdasarkan kelengkapan variabel penelitian, sehingga diperoleh 72 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS 25 melalui statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji parsial, uji simultan, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROA secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap KPMM dengan nilai signifikansi 0,807. ROE berpengaruh positif dan signifikan terhadap KPMM dengan nilai signifikansi 0,013, yang menunjukkan bahwa kemampuan bank menghasilkan laba dari modal pemilik berkontribusi terhadap penguatan posisi permodalan. Sementara itu, NPL tidak berpengaruh signifikan terhadap KPMM dengan nilai signifikansi 0,978. Secara simultan, ROA, ROE, dan NPL berpengaruh signifikan terhadap KPMM, yang ditunjukkan oleh nilai F sebesar 11,671 dan signifikansi 0,000. Nilai adjusted R square sebesar 0,314 menunjukkan bahwa ketiga variabel mampu menjelaskan 31,4 persen variasi KPMM, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan profitabilitas berbasis ekuitas, kebijakan permodalan, dan pengendalian risiko kredit untuk menjaga ketahanan serta keberlanjutan BPR.
Copyrights © 2026