Pertumbuhan investor pemula di pasar modal Indonesia pascapandemi COVID-19 belum selalu diikuti pemahaman yang memadai mengenai manajemen risiko, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap kerugian akibat fluktuasi harga saham. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas diversifikasi portofolio dua aktiva dalam mereduksi risiko investasi dan meningkatkan stabilitas imbal hasil bagi investor pemula. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data historis harga saham bulanan pada indeks LQ-45 di Bursa Efek Indonesia periode Januari 2021–Desember 2023. Sampel terdiri atas lima saham yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan konsistensi keanggotaan dalam indeks LQ-45, likuiditas, kelengkapan data, dan keterwakilan lintas sektor. Data sekunder dari Bursa Efek Indonesia dan Yahoo Finance diolah menggunakan Microsoft Excel melalui perhitungan return ekspektasian, standar deviasi, koefisien variasi, korelasi antarsaham, portofolio proporsi seimbang, dan portofolio varian terkecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan BBCA dan TLKM dengan koefisien korelasi 0,2134 merupakan kombinasi paling optimal. Portofolio varian terkecil dengan alokasi 63,4% BBCA dan 36,6% TLKM menurunkan standar deviasi risiko sebesar 25,2%, dari rata-rata 3,97% menjadi 2,97%, serta menghasilkan return 1,22% dan koefisien variasi 2,43. Varian portofolio juga turun sebesar 44,1% dibandingkan investasi tunggal. Temuan ini menunjukkan bahwa diversifikasi dua aktiva melalui pendekatan minimisasi varian lebih efektif dibandingkan portofolio proporsi seimbang dan dapat menjadi strategi sederhana untuk membantu investor pemula mengelola risiko.
Copyrights © 2026