Lembaga XYZ saat ini menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan infrastruktur aplikasi eksisting yang lambat, tidak stabil, serta belum terintegrasi secara menyeluruh, sehingga menghambat efisiensi operasional tata kelola organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam kebutuhan pengadaan aplikasi berbasis produk jadi (off-the-shelf) dengan kustomisasi terbatas, yang diselaraskan dengan regulasi pengadaan barang dan jasa pemerintah agar tetap akuntabel dan transparan. Fokus analisis diarahkan secara spesifik pada lima klaster aplikasi utama organisasi, yaitu SIMPEG+SSO, Monitoring SAR, Pelatihan SDM, Pencatatan Beacon, serta Kesiapan SDM dan Alat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui teknik pengumpulan data observasi dan studi literatur. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendekatan berbasis platform dengan arsitektur modern (microservices, Kubernetes, API gateway, dan sistem SSO terpusat) jauh lebih efektif, aman, mudah dikembangkan, dan efisien dalam jangka panjang dibandingkan metode pengembangan mandays konvensional. Sebagai validasi praktis, studi kasus ICONSTELLA digunakan sebagai ilustrasi nyata untuk menggambarkan kesesuaian antara ketersediaan produk di pasar dengan kebutuhan fungsional Lembaga XYZ. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan dokumen Harga Perkiraan Sendiri (HPS) serta Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang ketat untuk mempercepat proses tender publik. Implementasi strategi transformasi digital ini diharapkan mampu mengoptimalkan performa layanan, meningkatkan skalabilitas sistem, serta menjamin integrasi data yang andal di lingkungan Lembaga XYZ pada tahun 2025.
Copyrights © 2026