Penelitian ini bertujuan mengkaji kecenderungan pendekatan antroposentris dalam pengelolaan ekowisata Danau Kakaban, menganalisis dampaknya terhadap keberlanjutan ekosistem, serta merumuskan integrasi prinsip etika ekosentrisme sebagai dasar pengelolaan berkelanjutan. Penelitian menggunakan metode literature review dengan sumber data berupa regulasi pengelolaan kawasan, data kunjungan wisata, artikel berita, dan literatur ilmiah yang berkaitan dengan etika lingkungan, ekowisata, serta ekologi kelautan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan ekowisata Danau Kakaban masih didominasi oleh paradigma antroposentris yang berorientasi pada kepentingan dan pengalaman wisatawan. Kondisi ini tercermin dari belum diterapkannya daya dukung ekologis berbasis indikator biologi secara operasional, masih diperbolehkannya interaksi langsung wisatawan dengan biota endemik, serta lemahnya pengawasan preventif terhadap aktivitas wisata. Pendekatan tersebut berkontribusi terhadap degradasi ekosistem, termasuk hilangnya populasi ubur-ubur endemik yang diduga dipengaruhi oleh akumulasi tekanan wisata dan kontaminasi senyawa kimia dari produk perawatan pribadi wisatawan pada ekosistem danau tertutup yang rentan. Temuan penelitian menegaskan bahwa pendekatan antroposentris tidak lagi memadai untuk pengelolaan kawasan ekowisata yang sensitif secara ekologis. Oleh karena itu, diperlukan transformasi menuju paradigma ekosentris melalui penetapan daya dukung berbasis indikator ekologis, penerapan wisata non-kontak, penguatan edukasi lingkungan, serta kebijakan preventif berbasis prinsip kehati-hatian guna menjaga keberlanjutan ekosistem dan nilai wisata Danau Kakaban dalam jangka panjang.
Copyrights © 2026