Konflik interpersonal di tempat kerja merupakan fenomena tak terhindarkan yang memengaruhi produktivitas, iklim organisasi, serta kesejahteraan psikologis karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji baik secara komprehensif dan mendalam akar penyebab konflik interpersonal, sekaligus mengevaluasi efektivitas strategi resolusi konflik melalui pendekatan ulasan literatur. Dengan mengintegrasikan temuan dari dua puluh studi terdahulu, artikel ini menggeser fokus dari analisis statistik kuantitatif konvensional menuju sintesis naratif komparatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa inersia birokrasi struktural, polarisasi intervensi kepemimpinan, tingkat efikasi diri, dan dinamika ruang adaptif merupakan determinan utama yang membentuk eskalasi maupun resolusi konflik. Konflik yang dibiarkan dan tidak terkelola akan memicu pengucilan sosial, kejenuhan kerja, serta tingginya niat keluar karyawan. Sebaliknya, keberhasilan manajemen konflik yang fungsional sangat bergantung pada penyediaan ruang adaptif yang aman, strategi kolaborasi, pemberdayaan psikologis, serta komunikasi kepemimpinan yang inklusif dan bermakna. Artikel ini menawarkan model konseptual multidimensi baru yang menggabungkan kepemimpinan perubahan transformasional, adaptasi pergeseran demografis makro, dan modal psikologis individu. Seluruh elemen ini berfungsi sebagai jangkar internal untuk menurunkan tingkat resistensi karyawan, mengurangi stres kerja, serta menciptakan kesiapan kolektif terhadap perubahan organisasi. Pada akhirnya, kerangka kerja ini diharapkan mampu menjadi panduan bagi manajemen sumber daya manusia dalam merancang intervensi adaptif guna membangun ekosistem kerja yang harmonis serta berkinerja tinggi.
Copyrights © 2026