Penelitian ini bertujuan memetakan perkembangan penggunaan material non-logam dalam industri manufaktur melalui tinjauan sistematis terhadap literatur ilmiah periode 2015–2025. Kajian berfokus pada tiga kelompok material utama, yaitu polimer, keramik, dan komposit, dengan menelaah karakteristik, metode pemrosesan, bidang aplikasi, keunggulan, keterbatasan, serta arah pengembangannya. Artikel diperoleh dari basis data Scopus, Web of Science, ScienceDirect, dan Google Scholar, kemudian diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Sepuluh artikel terpilih dianalisis secara deskriptif dan komparatif. Hasil sintesis menunjukkan bahwa kemajuan additive manufacturing, fotopolimerisasi, ekstrusi, dan teknologi penguatan serat telah memperluas pemanfaatan material non-logam pada industri otomotif, dirgantara, konstruksi, elektronik, dan biomedis. Polimer teknik menawarkan massa jenis rendah, ketahanan kimia, kemudahan pembentukan, dan efisiensi biaya. Keramik unggul dalam ketahanan suhu tinggi, keausan, dan sifat dielektrik, sedangkan komposit memberikan rasio kekuatan terhadap berat yang tinggi melalui kombinasi matriks dan material penguat. Meskipun demikian, penerapannya masih menghadapi tantangan berupa sensitivitas terhadap suhu dan lingkungan, keterbatasan sifat mekanik tertentu, konsistensi proses, serta kesulitan daur ulang. Tren penelitian terkini mengarah pada komposit berbasis serat alam, biomaterial, dan material berkelanjutan yang mendukung ekonomi sirkular. Tinjauan ini menegaskan bahwa material non-logam telah berkembang dari material alternatif menjadi material strategis bagi manufaktur modern yang efisien, inovatif, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026