Perkembangan teknologi informasi mendorong apotek di Kota Mataram beralih dari sistem operasional konvensional menuju sistem digital. Penerapan sistem digital operasional diharapkan mampu mendukung pelayanan yang lebih efektif, pengelolaan persediaan yang lebih akurat, serta peningkatan kinerja penjualan.Dalam praktiknya masih ditemukan berbagai kendala, seperti ketidaksesuaian data persediaan dengan stok fisik dan keterlambatan pembaruan data. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan Sistem Digital Operasional dengan Kepercayaan Pelanggan, Kualitas Data Persediaan, dan Kinerja Penjualan Apotek di Kota Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif eksplanatori. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 80 pengelola apotek menggunakan purposive sampling dan 160 pelanggan apotek menggunakan accidental sampling. Hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menunjukkan data tidak berdistribusi normal (Sig. < 0,05), sehingga pengujian hipotesis dilakukan menggunakan Korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Digital Operasional memiliki hubungan positif dan signifikan dengan Kepercayaan Pelanggan (r = 0,697; Sig. = 0,000), Kualitas Data Persediaan (r = 0,377; Sig. = 0,001), dan Kinerja Penjualan Apotek (r = 0,350; Sig. = 0,001). Hubungan terkuat ditemukan pada Kepercayaan Pelanggan, sedangkan hubungan terhadap Kualitas Data Persediaan dan Kinerja Penjualan tergolong rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan sistem digital operasional berperan penting dalam membangun kepercayaan pelanggan serta mendukung efektivitas operasional dan penjualan apotek.
Copyrights © 2026