Sektor Food and Beverage (F&B) merupakan salah satu kontributor utama terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas di Indonesia dengan tingkat pertumbuhan yang relatif stabil serta memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Kondisi tersebut menuntut perusahaan untuk mampu mempertahankan kinerja keuangan yang optimal melalui pengelolaan struktur modal dan likuiditas secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh leverage yang diukur menggunakan Debt to Equity Ratio (DER) dan likuiditas yang diukur menggunakan Current Ratio (CR) terhadap kinerja keuangan yang diproksikan dengan Return on Assets (ROA) pada perusahaan sektor Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Populasi penelitian terdiri atas 75 perusahaan dengan 449 observasi data panel yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda setelah transformasi Logaritma Natural (LN) dan eliminasi data outlier dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial leverage (LN_DER) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA (β = −1,824; t = −6,491; Sig. = 0,000), sedangkan likuiditas (LN_CR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA (β = 0,952; t = 5,146; Sig. = 0,000). Secara simultan, leverage dan likuiditas berpengaruh signifikan terhadap ROA (F = 52,14; Sig. = 0,000) dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 20,4%. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengelolaan leverage dan likuiditas yang seimbang dan terintegrasi merupakan faktor penting dalam meningkatkan kinerja keuangan serta mendukung keberlanjutan perusahaan sektor Food and Beverage.
Copyrights © 2026