Perkembangan Generative Artificial Intelligence (Generative AI) telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, khususnya pada proses pembelajaran pemrograman di Program Studi Teknik Informatika. Kehadiran Generative AI Code Assistant, seperti ChatGPT dan GitHub Copilot, memberikan kemudahan bagi mahasiswa dalam menghasilkan kode program, memahami konsep pemrograman, serta menyelesaikan tugas secara lebih efisien. Namun, penggunaan teknologi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran terkait perubahan pola pikir dan meningkatnya tingkat ketergantungan mahasiswa terhadap AI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pikir serta tingkat ketergantungan mahasiswa Teknik Informatika terhadap Generative AI Code Assistant berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis terhadap sepuluh artikel ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2023–2024 dan diperoleh dari berbagai basis data akademik. Hasil kajian menunjukkan bahwa Generative AI Code Assistant mampu meningkatkan efisiensi belajar, produktivitas, serta membantu mahasiswa dalam memahami konsep pemrograman dan menyelesaikan tugas dengan lebih cepat. Di sisi lain, penggunaan AI yang berlebihan berpotensi mengubah pola pikir mahasiswa dalam menyelesaikan permasalahan pemrograman, mengurangi kemampuan berpikir kritis, computational thinking, dan problem solving, serta meningkatkan risiko ketergantungan dan pelanggaran integritas akademik. Oleh karena itu, pemanfaatan Generative AI Code Assistant perlu diarahkan sebagai alat pendukung pembelajaran (learning assistant) yang membantu proses belajar tanpa menggantikan kemampuan berpikir mandiri mahasiswa. Perguruan tinggi juga perlu mengembangkan kebijakan penggunaan AI yang bertanggung jawab serta meningkatkan literasi AI agar teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung kualitas pembelajaran.
Copyrights © 2026