Penelitian ini bertujuan menganalisis dan merumuskan pengembangan fasilitas pejalan kaki di Kawasan Stasiun Kranji, Kota Bekasi, dengan menitikberatkan pada tiga rekomendasi prioritas, yaitu pelebaran trotoar, pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) sebagai fasilitas penyeberangan berkeselamatan, serta pemasangan kanopi penghubung pintu keluar stasiun dan shelter ojek online. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei karakteristik pejalan kaki, observasi kondisi eksisting, dan wawancara terhadap 600 responden. Data dianalisis menggunakan Customer Satisfaction Index (CSI), Importance-Performance Analysis (IPA), analisis tingkat pelayanan pejalan kaki, serta gap analysis untuk membandingkan kinerja fasilitas eksisting dengan kondisi setelah penerapan rekomendasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pelayanan berdasarkan kecepatan pejalan kaki berada pada kategori E, yang mencerminkan hambatan fisik akibat trotoar sempit, kerusakan permukaan, pedagang kaki lima, dan parkir liar. Nilai CSI keseluruhan sebesar 42,37% termasuk kategori cukup puas, tetapi mendekati batas kategori tidak puas. Analisis IPA menempatkan sembilan atribut pada Kuadran I atau prioritas utama, meliputi aspek lebar dan keterbebasan trotoar, keselamatan serta ketersediaan fasilitas penyeberangan, dan perlindungan dari hujan maupun panas. Analisis gap menunjukkan peningkatan kinerja rata-rata sebesar +2,78 poin pada skala 1–5 atau sekitar 145%. Temuan tersebut menegaskan bahwa pelebaran trotoar, pembangunan JPO, dan pemasangan kanopi perlu diprioritaskan untuk meningkatkan keselamatan, kenyamanan, aksesibilitas, dan konektivitas antarmoda di Kawasan Stasiun Kranji.
Copyrights © 2026