Transformasi digital telah mendorong penggunaan sistem pembayaran non-tunai melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan electronic wallet (e-wallet) sebagai bagian dari pengembangan ekosistem ekonomi digital di Indonesia. Bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pembayaran digital tidak hanya mempermudah proses transaksi, tetapi juga berpotensi meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional. Meskipun demikian, pengaruh penggunaan pembayaran digital terhadap pendapatan UMKM masih menunjukkan hasil yang beragam sehingga memerlukan kajian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengalaman pelaku UMKM mitra e-commerce di Kabupaten Karawang dalam memanfaatkan QRIS dan e-wallet serta mengidentifikasi perannya terhadap pendapatan usaha. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 16 pelaku UMKM yang dipilih secara purposive. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur menggunakan Google Form dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QRIS dan e-wallet memberikan manfaat berupa kemudahan transaksi, percepatan proses pembayaran, kemudahan pencatatan, dan peningkatan kenyamanan pelanggan. Namun, penggunaan pembayaran digital belum menjadi faktor utama yang menentukan peningkatan pendapatan usaha. Informan menilai bahwa kualitas produk, strategi pemasaran, pelayanan kepada pelanggan, dan inovasi usaha memiliki pengaruh yang lebih dominan terhadap perkembangan pendapatan. Temuan ini menunjukkan bahwa pembayaran digital berperan sebagai faktor pendukung yang memperkuat aktivitas bisnis, sedangkan peningkatan pendapatan UMKM bergantung pada integrasi antara pemanfaatan teknologi digital dan pengelolaan usaha yang efektif.
Copyrights © 2026