Perkembangan digitalisasi transaksi keuangan melalui e-wallet, QRIS, dan e-commerce telah mengubah perilaku konsumsi masyarakat, khususnya mahasiswa. Kemudahan transaksi yang didukung berbagai promo mendorong munculnya bias perilaku keuangan, seperti fenomena Boy Math dan Girl Math, yang dapat memengaruhi pengambilan keputusan keuangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh persepsi Boy Math dan Girl Math terhadap perilaku keuangan mahasiswa akuntansi di era digitalisasi transaksi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi Boy Math terhadap perilaku keuangan mahasiswa akuntansi, menganalisis pengaruh persepsi Girl Math terhadap perilaku keuangan mahasiswa akuntansi, dan menganalisis pengaruh persepsi Boy Math dan Girl Math terhadap perilaku keuangan mahasiswa akuntansi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 91 mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Cendana yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi Boy Math berpengaruh signifikan dengan arah pengaruh negatif terhadap perilaku keuangan mahasiswa. Persepsi Girl Math juga berpengaruh signifikan dengan arah pengaruh negatif terhadap perilaku keuangan mahasiswa. Secara simultan, persepsi Boy Math dan Girl Math berpengaruh signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi Boy Math dan Girl Math masing-masing berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa akuntansi. Secara simultan, persepsi Boy Math dan Girl Math juga berpengaruh signifikan terhadap perilaku keuangan, dengan kemampuan menjelaskan variasi perilaku keuangan sebesar 30%, sedangkan 70% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.
Copyrights © 2026