Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kinerja keuangan yang diproksikan dengan Net Profit Margin (NPM), struktur modal yang diproksikan dengan Long Term Debt to Equity Ratio (LTDER), dan suku bunga (BI Rate) terhadap harga saham. Objek dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020–2024. Karakteristik unik sektor ini sebagai industri defensif melatarbelakangi pentingnya analisis ini di tengah kondisi fluktuasi ekonomi global yang dinamis. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Pemilihan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria tertentu, sehingga diperoleh sebanyak 33 perusahaan sampel dengan total 165 data observasi selama lima tahun pengamatan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi data panel yang diolah menggunakan perangkat lunak EViews 13. Tahapan pengujian model regresi meliputi Uji Chow, Uji Hausman, dan Uji Lagrange Multiplier untuk menentukan model terbaik. Hasil pengujian estimasi menunjukkan bahwa Random Effect Model (REM) merupakan model regresi data panel yang paling tepat untuk digunakan dalam penelitian ini. Secara parsial, hasil analisis membuktikan bahwa kinerja keuangan (NPM) memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap harga saham, yang mengindikasikan bahwa peningkatan profitabilitas mampu memberikan sinyal positif bagi investor. Sebaliknya, struktur modal (LTDER) dan suku bunga secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham perusahaan makanan dan minuman. Namun demikian, secara simultan ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap harga saham.
Copyrights © 2026