Kusta (Morbus Hansen) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius karena dapat menyebabkan kecacatan permanen dan stigma sosial apabila tidak ditemukan serta ditangani sejak dini. Kota Pekalongan merupakan salah satu wilayah endemis kusta di Jawa Tengah, dengan kasus aktif meningkat dari 43 kasus pada tahun 2024 menjadi 74 kasus pada tahun 2025, sementara hanya sekitar 50% masyarakat mampu mengenali gejala awal kusta. Kondisi ini mendorong Puskesmas Kusuma Bangsa melaksanakan Program Rapid Village Survey (RVS) sebagai strategi penemuan kasus aktif dalam mendukung deteksi dini. Penelitian bertujuan mengevaluasi pelaksanaan Program RVS dalam pengendalian kusta di wilayah kerja Puskesmas Kusuma Bangsa menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive sampling, terdiri dari kepala puskesmas, petugas program kusta, dan masyarakat sebagai informan triangulasi. Aspek context mencakup kondisi kasus kusta, kebutuhan program, kebijakan, dan dukungan masyarakat; input meliputi sumber daya manusia, anggaran, sarana prasarana, metode, dan dukungan sosial; process menilai pelaksanaan kegiatan RVS di lapangan; dan product melihat hasil serta dampak program terhadap deteksi dini kusta. Hasil penelitian diharapkan memberikan gambaran menyeluruh mengenai pelaksanaan program beserta faktor pendukung dan penghambatnya, sebagai masukan bagi Puskesmas Kusuma Bangsa dalam meningkatkan efektivitas pengendalian kusta melalui penguatan sumber daya, peningkatan partisipasi masyarakat, serta optimalisasi deteksi dini.
Copyrights © 2026