Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh capital intensity, corporate social responsibility (CSR), dan business risk terhadap tax avoidance serta menguji peran corporate governance sebagai variabel moderasi pada perusahaan manufaktur besar yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang bersumber dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan selama periode 2020–2024. Sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling berdasarkan rata-rata total aset tertinggi, sehingga diperoleh 20 perusahaan dengan 100 observasi perusahaan-tahun. Tax avoidance diproksikan menggunakan Effective Tax Rate, sedangkan analisis dilakukan melalui regresi data panel dan Moderated Regression Analysis dengan bantuan EViews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa capital intensity berpengaruh positif dan signifikan terhadap tax avoidance, yang mengindikasikan bahwa tingginya investasi aset tetap dapat memberikan peluang pemanfaatan beban penyusutan dalam perencanaan pajak. Sementara itu, CSR, business risk, dan corporate governance tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap tax avoidance. Hasil pengujian interaksi menunjukkan bahwa corporate governance memperlemah pengaruh positif capital intensity terhadap tax avoidance, namun tidak mampu memoderasi hubungan CSR maupun business risk terhadap tax avoidance. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas tata kelola perusahaan sebagai mekanisme pengawasan bergantung pada karakteristik keputusan yang diawasi, terutama kebijakan investasi aset tetap. Penelitian ini memberikan implikasi bagi perusahaan dan regulator untuk memperkuat transparansi, pengawasan, serta kepatuhan perpajakan pada perusahaan dengan tingkat capital intensity yang tinggi.
Copyrights © 2026