Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan dan penggunaan sistem pembayaran cashless terhadap perilaku konsumtif santri di Pondok Pesantren Khairul Ummah, Desa Batu Gajah, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Populasi penelitian berjumlah 770 santri tingkat Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah, sedangkan sampel sebanyak 89 responden ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10% dan teknik proportionate stratified random sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif santri dengan nilai t hitung 11,245 dan signifikansi 0,000. Penggunaan sistem pembayaran cashless juga berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai t hitung 5,409 dan signifikansi 0,000. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif, ditunjukkan oleh nilai F hitung 3360,582 dan signifikansi 0,000. Nilai R Square sebesar 0,987 menunjukkan bahwa 98,7% variasi perilaku konsumtif dapat dijelaskan oleh literasi keuangan dan penggunaan sistem pembayaran cashless, sedangkan 1,3% dipengaruhi faktor lain. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan Digitren-KU perlu diimbangi dengan pendidikan literasi keuangan, pembiasaan pengelolaan uang saku, dan penguatan pengendalian diri agar kemudahan transaksi digital dapat dimanfaatkan secara bijaksana sesuai prinsip ekonomi syariah.
Copyrights © 2026