Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompensasi dan work-life balance terhadap intention to stay dengan komitmen organisasi sebagai variabel mediasi pada karyawan PT Kereta Api Indonesia (Persero) DAOP 4 Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Populasi penelitian berjumlah 148 karyawan, sedangkan sampel sebanyak 60 responden ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik quota sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS 4. Evaluasi model mencakup pengujian validitas konvergen, validitas diskriminan, reliabilitas konstruk, koefisien determinasi, effect size, serta pengujian pengaruh langsung dan tidak langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap intention to stay, dan work-life balance juga tidak berpengaruh signifikan terhadap intention to stay maupun komitmen organisasi. Sebaliknya, kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi, sedangkan komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap intention to stay. Pengujian mediasi membuktikan bahwa komitmen organisasi mampu memediasi pengaruh kompensasi terhadap intention to stay, tetapi tidak mampu memediasi pengaruh work-life balance terhadap intention to stay. Model penelitian menjelaskan 56,6% variasi komitmen organisasi dan 71,5% variasi intention to stay. Temuan ini menegaskan bahwa kebijakan kompensasi yang adil dan kompetitif perlu diarahkan untuk memperkuat komitmen organisasi sebagai mekanisme utama dalam meningkatkan keinginan karyawan untuk tetap bekerja.
Copyrights © 2026