Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas ikan yaitu dengan melakukan rekayasa genetik ikan dengan teknik ginogenesis menggunakan kejutan panas (heat shock). Di daerah Nabire, teknik rekayasa genetika khususnya rekayasa untuk meningkatkan reproduksi hewan air seperti ikan mas belum dikembangkan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui fekunditas ikan mas, derajat penetasan telur ikan yang dibuahi pada waktu perendaman suhu panas yang berbeda, dan tingkat kelangsungan hidup larva ikan mas yang telah menetas pada perlakuan waktu perendaman suhu yang berbeda. Metode yang digunakan adalah metode rancangan acak lengkap yang terdiri dari tiga perlakuan dan tiga ulangan dengan menggunakan analisis sidik ragam. Diperoleh nilai fekunditas telur sebanyak 66.933 butir telur, persentase penetasan telur ikan mas yang optimal terjadi pada waktu perendaman suhu panas selama 3 menit (perlakuan B) dengan nilai rata-rata adalah 1416,3 spesimen. Sedangkan nilai penetasan terendah terjadi pada waktu perendaman suhu selama 4 menit (perlakuan C) dengan jumlah penetasan rata-rata adalah 416 spesimen memerlukan waktu yang relatif lebih lama. Tingkat kelangsungan hidup larva ikan mas yang optimal terjadi pada perlakuan C (4 menit) mencapai rata-rata 89%. Kualitas air masih berada dalam kisaran yang optimal yaitu suhu pada kisaran 280C–300C pagi dan sore hari, dan pH dengan nilai 7.00-7,73. Kualitas air tersebut masih dalam batas yang layak untuk kehidupan dalam penetasan dan perawatan larva ikan mas.
Copyrights © 2026