Ruang avionik memerlukan kondisi suhu dan kelembaban yang stabil karena perubahan lingkungan dapat menurunkan kinerja, mempercepat korosi, dan mengurangi umur pakai perangkat elektronik penerbangan. Pemantauan manual memiliki keterbatasan karena bergantung pada inspeksi berkala dan tidak mampu memberikan informasi secara langsung ketika kondisi ruangan berubah. Penelitian ini bertujuan merancang dan menguji sistem monitoring suhu dan kelembaban ruang avionik berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat diakses secara lokal dan jarak jauh. Penelitian menggunakan pendekatan eksperimental dengan metode Research and Development yang meliputi analisis kebutuhan, perancangan perangkat keras dan perangkat lunak, implementasi, kalibrasi, serta pengujian sistem. Wemos D1 Mini berbasis ESP8266 digunakan sebagai pusat kendali, sensor DHT22 sebagai pengukur suhu dan kelembaban, LCD I2C 16×2 sebagai tampilan lokal, dan Bot Telegram sebagai media pemantauan jarak jauh. Pengujian sensor dilakukan pada sepuluh titik pengukuran dengan membandingkan hasil DHT22 terhadap thermo-hygrometer digital, sedangkan kinerja komunikasi diuji berdasarkan waktu respons pengiriman data. Hasil pengujian menunjukkan selisih pembacaan suhu sebesar 0,2°C–0,4°C dengan rata-rata sekitar 0,3°C, masih berada dalam toleransi sensor. Seluruh data berhasil dikirim ke Telegram dengan waktu respons rata-rata 1 detik, tercepat 0,8 detik dan terlama 2 detik. Sistem mampu bekerja secara real-time, stabil, ekonomis, serta memudahkan teknisi mendeteksi perubahan kondisi ruang avionik lebih awal sehingga mendukung keamanan dan keandalan peralatan.
Copyrights © 2026