Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi, suku bunga, nilai tukar, dan likuiditas terhadap return saham pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2025. Penelitian dilatarbelakangi oleh adanya fluktuasi return saham sektor perbankan yang tidak selalu sejalan dengan perubahan indikator makroekonomi maupun kondisi fundamental perusahaan. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain kausalitas menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan perusahaan perbankan, Bursa Efek Indonesia, Bank Indonesia, dan Badan Pusat Statistik. Populasi penelitian berjumlah 48 perusahaan perbankan, sedangkan sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 32 perusahaan dengan 160 observasi. Setelah dilakukan pengujian outlier, jumlah observasi yang memenuhi kriteria analisis menjadi 148 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi, suku bunga, dan likuiditas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham, sedangkan nilai tukar tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Secara simultan, inflasi, suku bunga, nilai tukar, dan likuiditas berpengaruh signifikan terhadap return saham dengan nilai Adjusted R Square sebesar 0,358, yang menunjukkan bahwa 35,8% variasi return saham mampu dijelaskan oleh model penelitian. Temuan ini mendukung Arbitrage Pricing Theory yang menjelaskan bahwa return saham dipengaruhi oleh berbagai faktor makroekonomi serta memperkuat Signaling Theory yang menyatakan bahwa informasi mengenai kondisi keuangan perusahaan, khususnya tingkat likuiditas, menjadi sinyal bagi investor dalam mengambil keputusan investasi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi investor, manajemen perbankan, serta peneliti selanjutnya dalam memahami faktor-faktor yang memengaruhi return saham pada sektor perbankan di Indonesia.
Copyrights © 2026