Perkembangan teknologi finansial telah mendorong perubahan sistem pembayaran dari transaksi tunai menjadi transaksi non-tunai yang lebih praktis, cepat, dan efisien. Salah satu inovasi yang berkembang pesat adalah dompet digital (e-wallet), termasuk ShopeePay yang banyak digunakan oleh kalangan mahasiswa. Tingginya penggunaan ShopeePay menunjukkan meningkatnya minat masyarakat dalam memanfaatkan layanan keuangan digital. Namun, minat bertransaksi menggunakan ShopeePay tidak hanya dipengaruhi oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh faktor individu dan karakteristik layanan yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, fitur layanan, dan biaya administrasi terhadap minat bertransaksi menggunakan ShopeePay pada mahasiswa penerima KIP-K Fakultas Ekonomi Universitas Pendidikan Ganesha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 245 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan, fitur layanan, dan biaya administrasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat bertransaksi menggunakan ShopeePay. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan pemahaman keuangan, ketersediaan fitur yang mendukung kebutuhan pengguna, serta biaya administrasi yang terjangkau mampu meningkatkan minat mahasiswa dalam menggunakan ShopeePay sebagai sarana transaksi digital. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan kajian keuangan digital dan menjadi masukan bagi penyedia layanan dompet digital dalam meningkatkan kualitas layanan.
Copyrights © 2026