Pelaporan barang hilang dan temuan di Universitas Pamulang masih dilakukan melalui media sosial dan komunikasi yang tidak terpusat, sehingga informasi mudah tertumpuk, sulit ditelusuri, serta status pengembalian barang tidak terdokumentasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan SmartFind sebagai aplikasi layanan Lost and Found berbasis web yang mengintegrasikan pelaporan, pencarian, rekomendasi kecocokan, pengajuan klaim, validasi admin, dan pemantauan status barang secara terpusat. Pengembangan aplikasi menggunakan metode Scrum melalui tahapan product backlog, sprint planning, sprint backlog dan implementasi, daily scrum, sprint review, serta sprint retrospective. Aplikasi dibangun menggunakan PHP dan MySQL kemudian diuji menggunakan Black Box Testing serta User Acceptance Testing terhadap 30 responden. Hasil Black Box Testing menunjukkan seluruh 80 skenario pengujian berjalan sesuai kebutuhan fungsional. Hasil User Acceptance Testing memperoleh tingkat penerimaan pengguna sebesar 93,25% dengan kategori sangat baik. Implementasi SmartFind menghadirkan proses verifikasi laporan, rekomendasi kecocokan berdasarkan kategori, nama barang, deskripsi, ciri khusus, pengajuan klaim menggunakan bukti kepemilikan dan kartu identitas, komunikasi melalui WhatsApp Redirect, pembaruan status serah terima, serta pencatatan activity log. Penerapan Scrum memungkinkan pengembangan dilakukan secara bertahap, adaptif, dan terstruktur sehingga setiap fitur dapat dievaluasi pada setiap sprint. Dengan demikian, SmartFind mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan barang hilang dan temuan menjadi lebih cepat, transparan, terdokumentasi, serta mendukung optimalisasi layanan kemahasiswaan di Universitas Pamulang.
Copyrights © 2026