Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi, kebijakan dividen, dan struktur modal terhadap harga saham perusahaan sektor keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling sehingga diperoleh 34 perusahaan yang memenuhi kriteria penelitian, dengan total 102 data observasi selama tiga tahun. Analisis data dilakukan menggunakan metode regresi data panel dengan model Random Effect Model (REM) yang diolah melalui aplikasi EViews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel inflasi berpengaruh signifikan terhadap harga saham perusahaan sektor keuangan. Temuan ini mengindikasikan bahwa perubahan tingkat inflasi menjadi salah satu faktor makroekonomi yang dipertimbangkan investor dalam menentukan keputusan investasi sehingga memengaruhi pergerakan harga saham. Sebaliknya, kebijakan dividen dan struktur modal tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap harga saham, yang mengindikasikan bahwa kedua variabel tersebut belum menjadi pertimbangan utama investor selama periode penelitian. Namun, secara simultan inflasi, kebijakan dividen, dan struktur modal terbukti berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa pergerakan harga saham tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal perusahaan, tetapi juga oleh kondisi makroekonomi yang terjadi. Oleh karena itu, perusahaan perlu menjaga kebijakan keuangan yang optimal, sementara investor disarankan mempertimbangkan faktor fundamental perusahaan serta kondisi ekonomi makro dalam mengambil keputusan investasi untuk memperoleh hasil investasi yang lebih optimal.
Copyrights © 2026