Pertumbuhan pesat layanan mobile banking syariah di Indonesia belum sepenuhnya diimbangi pemahaman oleh para nasabah khususnya oleh generasi muda terhadap produk dan prinsip keuangan syariah. Kesenjangan antara inklusi keuangan tinggi dan literasi yang masih rendah mendasari penelitian ini, bertujuan menganalisis pengaruh literasi keuangan digital perbankan syariah terhadap minat menabung mahasiswa Kota Bandung. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei eksplanatori, melibatkan 105 mahasiswa aktif dari lima perguruan tinggi di Kota Bandung yang dipilih melalui purposive sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur berisi 16 pernyataan dengan skala Likert 1-5, mencakup pemahaman produk bank syariah, penggunaan teknologi digital, keamanan transaksi, dan pemahaman prinsip syariah, diolah dengan analisis deskriptif dan uji korelasi. Hasil pengolahan data menunjukkan literasi keuangan digital mahasiswa berada pada kategori tinggi dengan skor rata-rata 3,96, sementara minat menabung tercatat pada skor rata-rata 3,90. Uji korelasi menghasilkan koefisien r sebesar 0,813 (p < 0,001), menandakan hubungan positif yang kuat dan signifikan antara kedua variabel, dengan literasi digital menyumbang kontribusi 66,1% terhadap variasi minat menabung. Nasabah mahasiswa aktif bank syariah memiliki literasi digital dan minat menabung yang lebih baik dibandingkan yang belum pernah bertransaksi. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan edukasi literasi keuangan digital syariah guna mendorong inklusi dan minat menabung mahasiswa di bank syariah.
Copyrights © 2026