Rumah sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan yang menghasilkan limbah medis sebagai konsekuensi dari aktivitas operasionalnya sehingga memerlukan pengelolaan limbah yang baik untuk meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis penerapan akuntansi lingkungan dalam pengelolaan limbah medis pada RSUD dr. T.C. Hillers Maumere Kabupaten Sikka berdasarkan kerangka Global Reporting Initiative (GRI) 306: Waste. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa RSUD dr. T.C. Hillers Maumere telah menerapkan pengelolaan limbah medis melalui pemilahan limbah, penyimpanan pada TPS Limbah B3, pengolahan limbah cair menggunakan IPAL, serta pengangkutan limbah medis oleh pihak ketiga yang berizin. Rumah sakit juga telah mengidentifikasi sumber timbulan limbah, dampak terhadap lingkungan dan masyarakat, serta melakukan berbagai upaya mitigasi. Berdasarkan analisis indikator GRI 306-1 sampai GRI 306-5, pengelolaan limbah medis telah berjalan dengan baik. Namun, rumah sakit belum menyusun laporan keberlanjutan yang mengacu pada Standar GRI 306 sehingga informasi mengenai pengelolaan limbah belum diungkapkan secara sistematis dan transparan. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan laporan keberlanjutan berbasis GRI 306 sebagai bentuk transparansi, akuntabilitas, dan peningkatan legitimasi rumah sakit kepada para pemangku kepentingan.
Copyrights © 2026