Kemajuan teknologi digital telah mendorong terjadinya perubahan perilaku konsumen sekaligus transformasi startegi pemasaran, terutama di kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). UMKM IndraBambooCraft mengalami fluktuasi penjualan selama periode 2022–2025 yang mengindikasikan minat beli konsumen belum sepenuhnya optimal. Mengacu pada permasalahan tersebut, riset ini difokuskan untuk mengkaji sejauh mana kontribusi brand awareness dalam menjembatani pengaruh social media marketing terhadap minat beli konsumen, dengan melalui pendekatan kuantitatif berlandaskan Theory of Planned Behavior (TPB). Melalui teknik purposive sampling, diperoleh sampel sebanyal 84 responden dengan kriteria individu berusia di atas 18 tahun, pengguna aktif media sosial serta pernah mengetahui dan terpapar promosi UMKM IndraBambooCraft, dengan total populasinya tidak terhingga (infinite population). Proses pengumpulan data dilakukan secara online lewat kuesioner Google Forms, untuk kemudian dianalisis dengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil riset ini membuktikan secara empiris bahwa, adanya pengaruh positif dan signifikan seluruh hubungan antarvariabel, serta menegaskan brand awareness terbukti menjembatani hubungan pengaruh social media marketing terhadap minat beli konsumen. Implikasinya, tingkat minat beli konsumen dapat timbul apabila UMKM IndraBambooCraft secara konsisten memaksimalkan strategi promosi digital di media sosial untuk memperkuat brand awareness. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan agar memperluas kerangka model konseptual penelitian dengan menyertakan variabel pendukung, seperti brand image, kualitas produk, harga, kepercayaan konsumen, kualitas layanan, dan word of mouth, serta mempertimbangkan objek penelitian dan platform media sosial yang lebih beragam.
Copyrights © 2026