Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya financial distress sebagai indikator awal penurunan kondisi keuangan perusahaan yang dapat mengarah pada kesulitan keuangan hingga kebangkrutan. Kondisi ini mencerminkan ketidakmampuan perusahaan memenuhi kewajiban keuangannya akibat menurunnya kinerja operasional maupun kondisi keuangan, sehingga menjadi perhatian manajemen, investor, dan kreditur karena memengaruhi keberlangsungan usaha. Perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, namun menghadapi berbagai tantangan, seperti fluktuasi harga bahan baku, perubahan daya beli masyarakat, inflasi, dan ketidakpastian ekonomi yang dapat memengaruhi stabilitas keuangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh likuiditas, profitabilitas, leverage, dan cash flow terhadap financial distress pada perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas. Data sekunder diperoleh dari laporan keuangan tahunan yang telah diaudit, dengan sampel 77 perusahaan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan IBM SPSS versi 31. Hasil penelitian menunjukkan bahwa likuiditas dan profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap financial distress, sedangkan leverage dan cash flow tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, seluruh variabel independen berpengaruh terhadap financial distress. Temuan ini menegaskan pentingnya likuiditas dan profitabilitas dalam menentukan tingkat financial distress perusahaan.
Copyrights © 2026