Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kajian psikologi sastra dalam novel Harapan dari Tempat Paling Jauh karya Inggrid Sonya dengan menelaah kondisi kejiwaan tokoh utama berdasarkan pendekatan psikologi sastra. Novel ini mengangkat kisah kehidupan tokoh Vanka yang menghadapi berbagai konflik batin, tekanan emosional, serta persoalan kesehatan mental yang memengaruhi sikap dan perilakunya. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan psikologi sastra yang berfokus pada analisis unsur-unsur psikologis tokoh melalui data berupa kutipan dialog, narasi, dan tindakan tokoh dalam novel. Analisis dilakukan menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud yang meliputi struktur kepribadian id, ego, dan superego untuk mengungkap dinamika psikologis yang dialami tokoh utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi psikologis Vanka ditandai oleh berbagai bentuk emosi, yaitu rasa bersalah, rasa bersalah yang dipendam, kecenderungan menghukum diri sendiri, kebencian, kesedihan, serta cinta. Emosi-emosi tersebut muncul sebagai respons terhadap pengalaman hidup yang penuh tekanan dan membentuk perkembangan karakter tokoh sepanjang alur cerita. Selain itu, interaksi antara id, ego, dan superego menunjukkan adanya konflik batin yang kompleks dalam proses pengambilan keputusan dan penyesuaian diri terhadap lingkungan sosialnya. Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa novel Harapan dari Tempat Paling Jauh tidak hanya menyajikan kisah kehidupan yang menyentuh, tetapi juga memberikan gambaran mendalam mengenai dinamika psikologis, perjuangan menghadapi trauma, serta pentingnya kesehatan mental dalam kehidupan seseorang. Oleh karena itu, novel ini memiliki nilai sastra sekaligus nilai edukatif yang dapat meningkatkan pemahaman pembaca terhadap persoalan psikologis dan kemanusiaan
Copyrights © 2026