Latar belakang: Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat, termasuk pada kelompok remaja. Perubahan pola hidup, peningkatan prevalensi obesitas, rendahnya aktivitas fisik, dan faktor genetik menjadi faktor yang dapat meningkatkan risiko diabetes melitus pada usia remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan risiko diabetes melitus pada remaja di Desa Karang Anyar. Metode: Jenis penelitian ini analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di Desa Karang Anyar dengan jumlah sampel sebanyak 79 remaja usia 12–18 tahun yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 95% (α=0,05). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki risiko diabetes rendah (67,1%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dengan risiko diabetes melitus (p=0,001), aktivitas fisik dengan risiko diabetes melitus (p=0,004), serta riwayat keluarga diabetes dengan risiko diabetes melitus (p=0,001). Kesimpulan: Indeks massa tubuh, aktivitas fisik, dan riwayat keluarga diabetes berhubungan signifikan dengan risiko diabetes melitus pada remaja di Desa Karang Anyar. Remaja dengan status overweight/obesitas, aktivitas fisik kurang, dan memiliki riwayat keluarga diabetes cenderung memiliki risiko diabetes yang lebih tinggi
Copyrights © 2026